Misi Rahasia Melatih Pilot ke Israel


Tak hanya membeli pesawat, "Operasi Alpha" menjadi satu paket pelatihan sepuluh perwira menerbangkan Skyhawk di Israel. Djoko Poerwoko dalam biografinya, Menari di Angkasa (2007), mengisahkan keterlibatannya dalam operasi pada awal 1980 itu. 

Poerwoko, bersama 9 perwira, diterbangkan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menuju Pangkalan Udara Paya Lebar, Singapura. Mereka menumpang pesawat Garuda. Setibanya di sana, 10 perwira sempat ditemui Benny Moerdani yang saat itu menjabat Kepala Badan Intelijen ABRI. Mereka lanjut terbang ke Frankfurt, Jerman, untuk transit lantas menuju Tel Aviv.

Poerwoko mengira saat itu ia diterbangkan ke AS. Apalagi misi rahasia itu semua diketahuinya untuk belajar menerbangkan F-5 E/F Tiger II, yang memang dipesan oleh pemerintah Indonesia untuk Angkatan Udara. Dia dan 9 perwira lain ialah gelombang terakhir yang dikirim buat mempelajari persenjataan dan kendaraan perang baru milik TNI. 

“Kalau misi ini gagal, negara tidak akan pernah mengakui kewarganegaraan kalian,” ujar Moerdani kepada Poerwoko ketika makan malam bersama sepuluh perwira itu. 

Di Tel Aviv, Poerwoko bersama sembilan koleganya sempat beristirahat semalam sebelum menempuh perjalanan darat dua hari menuju pangkalan tempur di Eilat, kota paling selatan Israel. Di sana lah para perwira itu dilatih buat menerbangkan A-4 Skyhawk. Dalam bukunya, Poerwoko mengatakan tidak mengetahui apa nama pangkalan tempur milik angkatan udara Israel itu. Seingatnya, saat perjalanan menuju pangkalan tempur itu, mereka melewati Laut Mati, sebuah danau yang membujur antara daerah Israel, Palestina, dan Yordania. Mereka kemudian menamai sendiri pangkalan itu dengan nama 'Arizona' sesuai tempat latihan mereka seharusnya. 

Dalam buku yang ditulis Winchester, diketahui bahwa Poerwoko dilatih oleh Skuadron 141 di Etzion. Mereka berlatih mengoperasikan Skyhawk kurang lebih sekitar 4 bulan dan berakhir pada 20 Mei 1980. Usai latihan, para perwira lantas diterbangkan ke New York, berbarengan dengan Skyhawk dikirim ke Indonesia. Tujuannya untuk menyamarkan rute kepulangan ke Indonesia. 

Pembelian Skyhawk sempat jadi pertanyaan kala itu. Namun, Menteri Pertahanan dan Keamanan M. Jusuf buru-buru memberi klarifikasi. Skyhawk, kata Jusuf, adalah pesawat bekas Israel yang dibeli Amerika, kemudian dijual ke Indonesia. 

Pesawat A-4 Skyhawk pertama kali dipamerkan pada publik, Oktober 1980. Pesawat ini pernah dipakai dalam 'Operasi Seroja' alias pendudukan Indonesia atas Timor Timur sejak 1975. Pada 2004, Skyahawk dipensiunkan. Jejak peninggalan kerja sama militer Indonesia dan Israel itu kini bisa dilihat di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Sampai saat ini, "Operasi Alpha" tak pernah diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia. Benny Moerdani bahkan tidak sekalipun menyinggung operasi tersebut dalam biografinya. [tirto]

Baca Juga Artikel Lainnya

0 Response to "Misi Rahasia Melatih Pilot ke Israel"

Posting Komentar