Indonesia di Mata NASA


Untuk sebagian besar kita terbiasa melihat Indonesia di peta sebagai rangkaian dari pulau-pulau kecil di antara benua besar Eurasia dan Australia, tetapi dalam kenyataannya Indonesia banyak yang lebih besar dari yang kita pikirkan. NASA baru-baru ini merilis sebuah foto luar biasa yang menunjukkan keagungan sejati Indonesia.

Sebagai negara khatulistiwa, Indonesia sering dikaburkan oleh awan. Astronot Stasiun Luar Angkasa Internasional mengambil kesempatan dari hari relatif bebas badai untuk memotret hampir setengah panjang rantai pulau utama Indonesia. Menggunakan lensa pendek dan melihat ke cakrawala untuk efek panorama, astronot itu menangkap pandangan yang luas yang meliputi langit cerah dan keruh, wilayah-lebar selubung asap. Asap berasal dari kebakaran yang disebabkan oleh sambaran petir dan oleh pembukaan hutan oleh manusia di Indonesia dan Australia bagian utara.

Dalam foto ini tampak dari barat ke timur, Jawa di latar depan, Bali dan Lombok di tengah, dan jejak pulau-pulau kecil ke arah cakrawala. Pulau-pulau yang lebih jauh seperti Sumba dan Timor hampir tak terlihat; masing-masing lebih dari 1600 kilometer (1.000 mil) jauhnya dari pesawat ruang angkasa. Refleksi cahaya dari matahari tampak di permukaan laut Surabaya (populasi 2,8 juta), kota kedua terbesar di Indonesia.

Garis gunung berapi muncul secara rinci tajam. Gunung berapi adalah tulang punggung dari pulau-pulau, yang telah dibentuk oleh tabrakan lempeng tektonik Australia (kanan) dengan lempeng Asia (kiri). Perhatikan bahwa nama masing-masing gunung berapi diberi label dalam huruf miring.

Asap putih menunjukkan bahwa setidaknya enam gunung berapi tampak memancarkan uap dan asap terlihat lewat orbit ISS ini, meskipun beberapa dari asap putih itu bisa menjadi api. Meskipun asap pendek (80 kilometer; 50 mil), mereka yang menonjol karena gunung berapi berdiri di atas lapisan udara berasap di dekat permukaan. Asap itu mencolok paralel, selaras dengan angin dari timur laut. Letusan gunung berapi atau kebakaran bisa diamati astronot dari ruang angkasa.

Foto menunjukkan skala sebenarnya bagaimana besarnya kepulauan Indonesia. persepsi umum Indonesia, yang dibangun di atas buku pelajaran sekolah, mengacu pada Proyeksi Mercator. Sebuah standar di seluruh dunia dalam proyeksi peta yang telah populer sejak 1569. Banyak kritikus menganggap Mercator adalah Proyeksi keliru dari skala sebenarnya dari benua, dengan Eropa dan Amerika Utara yang jauh lebih besar dari yang sebenarnya, sementara Afrika dan Asia jauh lebih kecil.

Pada tahun 1973, ilmuwan Jerman Arno Peters menciptakan proyeksi peta baru; segera diadaptasi oleh PBB sebagai peta dunia resmi. Proyeksi The Gall-Peters, untuk sementara dianggap akurat dalam perwakilannya bumi, namun masih tidak populer dalam penggunaan komersial dan akademik. Selama ini proyeksi itu secara luas diperdebatkan oleh masyarakat kartografi global, sebagian besar karena perdebatan internal mengenai siapa yang pertama kali menemukan teori.

Kesampingkan dulu masalah politik kartografi, kita berterima kasih kepada NASA untuk foto luar biasa yang membantu kita melihat bahwa Indonesia bukan hanya beberapa rangkaian pulau kecil. [jg]

Baca Juga Artikel Lainnya

AS Siapkan Pasukan Khusus untuk Menghabisi Pimpinan Negara Komunis Korea Utara Kim Jong-un



Pasukan khusus Amerika Serikat yang berhasil membunuh Osama bin Laden, dikabarkan bergabung dengan latihan militer melawan Korea Utara. Ini merupakan kali pertama pasukan khusus AS tersebut melakukan latihan gabungan.

Latihan bersama ini dilakukan dengan unit elit AS lainnya, termasuk Army Rangers, Delta Force dan Green Berets. Pasukan khusus ini direncanakan akan mengambil bagian dalam latihan tahunan dengan militer Korea Selatan, seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan Yonhap News.

"Sejumlah besar pasukan operasi khusus AS akan mengambil bagian dalam latihan Foal Eagle dan Key Resolve tahun ini, dengan misi memojokkan Korea Utara, menghapus perintah perang Korea Utara dan menghancurkan fasilitas kunci militernya," demikian dikutip dari Yonhap, seperti dilansir Independent, Rabu (16/3).

Pasukan khusus AS tersebut akan latihan menghilangkan Kim Jong-un dan menghancurkan senjata penghancur massal Korea Utara. Hal ini diungkapkan langsung Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Seorang pejabat kementerian juga menyebutkan telah mengirimkan 'pesan kuat' kepada negara komunis tersebut. Namun, Komandan pasukan khusus Amerika Serikat Gary Ross membantah hal tersebut.

Ross menyebutkan militer AS tidak akan latihan untuk membunuh pemimpin Korea Utara. "Foal Eagle dirancang untuk menambah aliansi Korea-AS mempertahankan diri dari Korut," sebutnya.

Jet tempur F-35 juga dilaporkan sudah melakukan simulasi penyerangan ke pusat situs Korut. Hal ini dilakukan untuk melakukan pendaratan amfibi bersama dengan Korsel yang akan dimulai bulan depan.

Sementara itu, Korea Utara telah memperingatkan 'serangan tanpa ampun' jika USS Carl Vinson, pesawat pengangkut AS hadir di perairan Korea Selatan.

Negara komunis tersebut sejak pekan lalu telah menembakkan empat misil balistik ke laut Jepang sebagai respon untuk latihan tahunan, yang mana lebih dilihat sebagai persiapan perang.

Baik AS dan Korsel sendiri telah melakukan latihan pertahanan masing-masing. Korea Utara dan Selatan secara teknik terus berperang, karena pada 1950 hingga 1953, Perang Korea selesai dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. [merdeka]

Baca Juga Artikel Lainnya

Misi Rahasia Melatih Pilot ke Israel


Tak hanya membeli pesawat, "Operasi Alpha" menjadi satu paket pelatihan sepuluh perwira menerbangkan Skyhawk di Israel. Djoko Poerwoko dalam biografinya, Menari di Angkasa (2007), mengisahkan keterlibatannya dalam operasi pada awal 1980 itu. 

Poerwoko, bersama 9 perwira, diterbangkan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menuju Pangkalan Udara Paya Lebar, Singapura. Mereka menumpang pesawat Garuda. Setibanya di sana, 10 perwira sempat ditemui Benny Moerdani yang saat itu menjabat Kepala Badan Intelijen ABRI. Mereka lanjut terbang ke Frankfurt, Jerman, untuk transit lantas menuju Tel Aviv.

Poerwoko mengira saat itu ia diterbangkan ke AS. Apalagi misi rahasia itu semua diketahuinya untuk belajar menerbangkan F-5 E/F Tiger II, yang memang dipesan oleh pemerintah Indonesia untuk Angkatan Udara. Dia dan 9 perwira lain ialah gelombang terakhir yang dikirim buat mempelajari persenjataan dan kendaraan perang baru milik TNI. 

“Kalau misi ini gagal, negara tidak akan pernah mengakui kewarganegaraan kalian,” ujar Moerdani kepada Poerwoko ketika makan malam bersama sepuluh perwira itu. 

Di Tel Aviv, Poerwoko bersama sembilan koleganya sempat beristirahat semalam sebelum menempuh perjalanan darat dua hari menuju pangkalan tempur di Eilat, kota paling selatan Israel. Di sana lah para perwira itu dilatih buat menerbangkan A-4 Skyhawk. Dalam bukunya, Poerwoko mengatakan tidak mengetahui apa nama pangkalan tempur milik angkatan udara Israel itu. Seingatnya, saat perjalanan menuju pangkalan tempur itu, mereka melewati Laut Mati, sebuah danau yang membujur antara daerah Israel, Palestina, dan Yordania. Mereka kemudian menamai sendiri pangkalan itu dengan nama 'Arizona' sesuai tempat latihan mereka seharusnya. 

Dalam buku yang ditulis Winchester, diketahui bahwa Poerwoko dilatih oleh Skuadron 141 di Etzion. Mereka berlatih mengoperasikan Skyhawk kurang lebih sekitar 4 bulan dan berakhir pada 20 Mei 1980. Usai latihan, para perwira lantas diterbangkan ke New York, berbarengan dengan Skyhawk dikirim ke Indonesia. Tujuannya untuk menyamarkan rute kepulangan ke Indonesia. 

Pembelian Skyhawk sempat jadi pertanyaan kala itu. Namun, Menteri Pertahanan dan Keamanan M. Jusuf buru-buru memberi klarifikasi. Skyhawk, kata Jusuf, adalah pesawat bekas Israel yang dibeli Amerika, kemudian dijual ke Indonesia. 

Pesawat A-4 Skyhawk pertama kali dipamerkan pada publik, Oktober 1980. Pesawat ini pernah dipakai dalam 'Operasi Seroja' alias pendudukan Indonesia atas Timor Timur sejak 1975. Pada 2004, Skyahawk dipensiunkan. Jejak peninggalan kerja sama militer Indonesia dan Israel itu kini bisa dilihat di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Sampai saat ini, "Operasi Alpha" tak pernah diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia. Benny Moerdani bahkan tidak sekalipun menyinggung operasi tersebut dalam biografinya. [tirto]

Baca Juga Artikel Lainnya

Indonesia Diam-diam Beli Pesawat dari Israel


Sejatinya pertahanan dan keamanan selalu menjadi bagian kerja sama antara Indonesia dan Israel. Setidaknya itu pernah ditulis oleh Jim Winchester dalam Douglas A-4 Skyhawk : Attack and Close Support Fighter Bomber (2004). Winchester menulis, Indonesia pernah membeli pesawat buatan Israel, A-4 Skyhawk. Pembelian pesawat tempur itu dilakukan secara rahasia melalui perantara Amerika Serikat.

Pembelian itu menurut Winchester dilakukan ketika kunjungan Wakil Presiden Amerika Walter Mondale dalam lawatannya ke Jakarta pada Mei 1978. Mondale menawarkan Indonesia buat membeli 16 pesawat Skyhawk milik Israel. 

"Empat belas single-seat dan dua two-seat Skyhawk dikirim pada November 1979, tapi pesawat itu adalah A-4Es dan TA-4Hs stok milik Israel," tulis Winchester. 

Pembelian itu dibenarkan oleh salah seorang pengusaha Israel, Emanuel Shahaf. Ia bilang kerja sama dengan Indonesia mengenai pertahanan memang menjadi salah satu bagian hubungan bisnis. “Diawali dari zaman Pak Benny Moerdani,” kata Emanuel kepada Tirto. 

Pembelian pesawat Skyhawk milik Israel itu memang pernah dilakukan Indonesia pada 1978 dan dilakukan dengan operasi intelijen bernama 'Operasi Alpha', dengan melibatkan Badan Intelijen ABRI (BIA). Moerdani lah yang merancang operasi rahasia itu. Benny saat itu menjabat Asisten Intelijen Pertahanan dan Keamanan. Pembelian memang dilakukan secara rahasia mengingat sentimen anti-Israel masih terus berkembang sampai kini bagi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Buat sampai ke Indonesia, pesawat itu dikirim secara berkala melalui jalur laut. Empat pesawat di antaranya dikirim langsung dari Israel menggunakan kapal. Buat mengelabui pengiriman selama di perjalanan, Skyhawk dibungkus plastik bertuliskan F-5, jenis pesawat tempur buatan Amerika. Sebab, di saat bersamaan, pemerintah juga membeli pesawat jenis F-5 dari Amerika. 

Alasan membeli pesawat Skyhawk buatan Israel secara diam-diam karena sampai kini pun kedua negara tidak punya hubungan diplomatik. Alasan lain, Skyhawk adalah pesawat tempur yang tergolong unggul menurut pertimbangan TNI Angkatan Udara. Salah satu keunggulan itu air refueling, yakni kemampuan mengisi bahan bakar saat mengudara. Selain itu, A-4 Skyhawk bisa meluncurkan rudal anti-radiasi. Skyhawk memang dibidik buat menggantikan F-86 Sabre dan T-33 Thunderbird yang sudah berumur tua.


Sumber: tirto

Baca Juga Artikel Lainnya

Waktu Liburan Raja Salman Bertambah, Panglima TNI: Berkat Paspampres


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memuji kinerja Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden). Menurutnya, salah satu faktor perpanjangan waktu liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Bali juga berkat Paspampres yang memastikan keamanan dan pengamanannya.

Dalam serah terima jabatan Komandan Paspampres (Danpaspampres) dari Mayjen (Mar) Bambang Suswantono kepada Brigjen (Mar) Suhartono, Gatot mengingatkan mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan Paspampres. Tugas berat Paspampres disebutnya bisa dilakukan dengan melipatgandakan profesionalitas dan kesiapsiagaan setiap personel Paspampres.

"Juga kewaspadaan, ketulusan, sekaligus keberanian dalam mengemban tugas pokoknya. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia menjadi tuan rumah KTT IORA yang berskala internasional dan dihadiri oleh perwakilan berbagai negara. Saya nilai Paspampres telah mampu melaksanakan tugasnya dengan prima dan maksimal," ujar Gatot di Mako Paspampres, Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).

Gatot juga menyebut pengamanan Raja Salman selama di Indonesia berjalan dengan sukses. Hingga akhirnya Raja Salman dan rombongan memutuskan memperpanjang waktu liburannya dari yang sebelumnya hanya 9 hari menjadi 12 hari.

"Hingga perpanjangan waktu tinggal Raja Arab Saudi di Bali itu karena merasa aman dan nyaman. Saya menilai, Paspampres telah melaksanakan tugas sangat maksimal sehingga semua dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan sukses," sebutnya.

Untuk itu, Gatot mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh prajurit Paspampres. Meski bukan satu-satunya faktor, kinerja Paspampres dianggap sebagai bentuk keberhasilan memikat Raja Salman betah berada di Indonesia.

"Terima kasih kepada Paspampres, Raja Arab Saudi bertambah tiga hari di Indonesia, salah satu faktor penyebabnya adalah rasa aman dan nyaman, antara lain karena tugas Paspampres. Salah satu faktornya itu, walau juga karena yang lainnya seperti keindahan (di Bali)," tutur Gatot.

Selain itu, Gatot juga menegaskan kepada Paspampres agar tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun itu. Setiap tamu negara, dalam hal ini kepala negara atau kepala pemerintahan dan keluarganya, harus bisa dipastikan merasa aman dan nyaman di Indonesia.

"Harus bisa diamankan karena Paspampres tidak bekerja sendiri, Paspampres bekerja langsung berhubungan dengan TNI, pengamanan tidak hanya di darat tapi juga di laut dan udara. Dan dibantu kepolisian RI," ujar jenderal bintang empat tersebut.

"Jadi kalau kepala negara seperti Raja Salman datang, yang memimpin pengamanan secara keseluruhan adalah Pangdam dan anggota di tempat, wakilnya adalah Kapolda," imbuh Gatot.

Gatot juga punya pesan khusus kepada Brigjen Suhartono yang baru saja dilantik sebagai Danpaspampres yang baru. Gatot menegaskan, pengamanan kepada presiden dan wakil presiden harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

"Karena yang diamankan adalah simbol-simbol negara, presiden, wapres, tamu negara setingkat kepala negara di pemerintahan beserta keluarganya," tutupnya. [detik]

Baca Juga Artikel Lainnya

Pesawat F-16 TNI Angkatan Udara Tergelincir di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru


Satu unit pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara dikabarkan tergelincir di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada Selasa petang. Pesawat tempur tersebut tergelincir saat akan melaksanakan latihan terbang malam yang digelar sejak Senin (13/3) kemarin.
Pesawat itu diawaki dua pilot yaitu Mayor Pnb Andri dan Lettu Pnb Marko. Keduanya dipastikan selamat dan tidak mengalami luka. Kecelakaan diduga akibat rem pesawat yang tidak berfungsi dengan baik.

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan akan segera menggelar konferensi pers terkait peristiwa itu, pada pukul 22.00 WIB malam ini.

“Maaf belum bisa saya kumpulkan data, malam ini saya akan adakan konferensi pers,” ujar Marsekal Pertama Henri Alfiandi.

Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sempat ditutup selama sekitar 40 menit. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara internasional tersebut dilaporkan dialihkan.

Bandara SSK II Pekanbaru dan Lanud Roesmin Nurjadin selama ini berbagi landasan. Landasan yang sama digunakan oleh pesawat komersial yang melayani Bandara SSK II Pekanbaru serta jet tempur F16 dan Hawk 100/200 dari Skadron Udara 16 dan 12 Lanud Roesmin Nurjadin. [jg]

Baca Juga Artikel Lainnya

Nyasar, Pilot Helikopter Mendarat di Jalanan untuk Tanya Arah


Insiden unik terjadi di salah satu jalan raya di Kazakhstan saat sebuah helikopter tempur Mi-8 tiba-tiba mendarat dan menghalangi jalan konvoi truk yang akan lewat. Di tengah kebingungan para sopir truk, pilot helikopter itu keluar dan menanyakan arah ke kota terdekat.

Pada permulaan video tersebut, terlihat helikopter militer buatan Soviet tidak bergerak di tengah jalan raya dengan mesin hidup dan baling-baling yang masih berputar. Keheranan para sopir truk yang jalannya terhalang helikopter itu jelas terdengar dalam rekaman.

“Apa yang dia lakukan? Dia hanya diam di sana di tengah jalan,” terdengar suara keheranan dalam rekaman tersebut. Setelah sekira semenit seorang yang diduga sebagai pilot helikopter itu keluar dari tunggangannya dan berlari menuju truk paling depan.

Dia tampak berjabat tangan dengan sopir truk dan menunjuk-nunjuk arah sambil bertanya. Setelah puas, pilot itu mengacungkan tangannya dengan gembira dan berlari kembali ke helikopternya.

“Mereka tersasar. Dia datang untuk bertanya ke arah mana menuju Aktobe,” kata suara yang terdengar dari radio konvoi sebagaimana dilansir Russia Today, Jumat (17/2/2017). Upaya sopir truk pertama untuk menahan tawanya terdengar jelas melalui radio.

“Bagaimana bisa kamu tersasar di stepa? Bagaimana bisa kamu tersasar di stepa?" Kata suara lain menimpali dengan geli. Sementara helikopter itu mulai naik ke udara dan melanjutkan penerbangannya.

Kementerian Pertahanan Kazakhstan kebanjiran pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan bahwa kejadian itu adalah sebuah latihan orientasi di mana seorang pilot pemula diperintahkan untuk mengetahui lokasi mereka termasuk dengan bertanya kepada orang-orang.

Kementerian menyatakan latihan tersebut berakhir dengan sukses dan helikopter itu telah kembali ke pangkalannya. [okezone]

Baca Juga Artikel Lainnya

Penerimaan Calon Perwira Prajurit Karir Tenaga Kesehatan TNI 2017




Lokasi tempat pendaftaan Tenaga Kesehatan TNI 2017
  1. NAD (Ajendam Iskandar Muda)
  2. Medan (Ajendam I Bukit Barisan)
  3. Padang (Lantamal II Padang)
  4. Riau (Lanud Rsn Pekanbaru)
  5. Palembang (Ajendam II Sriwijaya)
  6. Bengkulu (Ajenrem 041/Garuda Mas)
  7. Jambi (Ajenrem 042/Garuda Putih)
  8. Lampung (Ajenrem 043/Garuda Hitam)
  9. Banten (Ajenrem 064/Maulana Yusuf)
  10. Panda Jakarta (Ajendam Jaya)
  11. Bandung (Ajendam III Siliwangi)
  12. Cirebon (Ajenrem 063/Sunan Gunung Jati)
  13. Bogor (Ajenrem 061/Surya Kancana)
  14. Semarang (Ajendam IV Diponegoro) 
  15. Yogyakarta (Lanud Adi Sutjipto)
  16. Solo (Ajenrem 074/Warastratama)
  17. Purwokerto (Ajenrem 071/WK)
  18. Surabaya (Ajenrem 084/Bhaskara Jaya)
  19. Malang (Lanud Abdulrachman Saleh)
  20. Madiun (Lanud Iswahyudi)
  21. Balikpapan (Ajendam VI/Mulawarman)
  22. Banjarmasin (Lanal Banjarmasin)
  23. Pontianak (Ajendam XII/Tanjungpura)
  24. Palangkaraya (Ajenrem 102/Panju Panjung)
  25. Makassar (Ajendam VII Wirabuana)
  26. Manado (Lantamal VIII Manado)
  27. Palu (Lanal Palu)
  28. Kendari (Lanal Kendari)
  29. Maluku/Ambon (Ajendam XVI/Pattimura)
  30. Ternate (Ajenrem 152/Babullah)
  31. Bali (Ajendam IX/Udayana)
  32. NTT (Ajenrem 161/WS Kupang)
  33. NTB (Ajenrem 162/WB)
  34. Jayapura (Ajendam XVII Cendrawasih)
  35. Biak (Ajenrem 173/Praja Vira Braja)
  36. Manokwari (Kodim 1703/Manokwari)
  37. Sorong (Ajenrem 171/Praja Vira Tama)
  38. Merauke (Lantamal XI Merauke)
Panduan mendaftar: 
  1. Calon mendaftar secara Online melalui internet dengan Website: rekrutmen-tni.mil.id dan mengisi formulir pendaftaran.
  2. Daftar ulang secara fisik ke tempat pendaftaran yang telah ditentukan dengan menunjukan cetakan formulir pendaftaran.
  3. Membawa Dokumen asli: Surat pendaftaran, Akte kelahiran, KTP Calon, KTP orang tua/Wali, Kartu Keluarga (KK), SKCK, Ijazah & SKHUN SD, SLTP, SLTA sederajat, Ijazah kesarjanaan atau Diploma,Sertifikat Akreditasi yang dikeluarkan oleh Ban PT untuk program studinya, Bagi jurusan Kedokteran wajib melampirkan Transkip nilai UKDI/UKDGI,pas photo hitam putih dan berwarna 4X6 20 lembar dan Rapot SLTA sederajat.
  4. Bagi  yang  pindah Domisili membawa surat keterangan pindah Domisili dari kelurahan / Kecamatan.
  5. Masing-masing di fotocopy satu lembar dan dilegalisir.
  6. Menyetakan Surat keterangan bebas Nakoba dan surat Kesehatan dau umah Sakit Pemerintah. [rekrutmen tni]

Baca Juga Artikel Lainnya

Wilayah Indonesia Ternyata Sudah Dikelilingi Pangkalan Militer Amerika Serikat


Meski tidak berafiliasi dengan negara mana pun, namun terdapat sejumlah pangkalan militer asing yang keberadaannya dekat dengan Indonesia. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sudah mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap potensi ancaman dari luar mengingat letak Indonesia secara geografis sangat strategis.

Menurut Tjahjo, Indonesia saat ini dikelilingi sejumlah pangkalan militer asing. Namun ia tak merinci titik-titik mana saja yang menjadi basis militer asing tersebut.

Seperti Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, inikah sejumlah pangkalan militer yang berada dekat dengan Indonesia?

1. Singapura

Negeri Paman Sam tak pernah secara langsung mengakui keberadaan pangkalan militernya di Singapura. Bahkan Kementerian Pertahanan AS pernah membantah kabar yang mengatakan mereka memiliki basis militer di Negeri Singa.

Dalam ulasannya, situs Global Security menyebutkan bahwa yang ada di Singapura bukanlah pangkalan militer melainkan lebih kepada penempatan militer. Dermaga Sembawang di Singapura merupakan pelabuhan di mana kapal-kapal perang AS sering 'bersandar'.
Kapal-kapal milik Angkatan Laut AS dilaporkan telah berlabuh di Sembawang sejak 1960 untuk pemeliharaan, perbaikan, perlengkapan, serta menjadi tempat rekreasi dan istirahat kru kapal.

Ketentuan perjanjian 1990 antara AS-Singapura mengizinkan AS menggunakan fasilitas di Singapura dan dalam perkembangannya disebut terjadi peningkatan penggunaan fasilitas di Sembawang. 

Kementerian Pertahanan AS sempat menyebutkan, Sembawang hanyalah Komando Pusat Logistik Pasifik Barat bagi kapal-kapal Armada ke-7 Angkatan Laut AS dan Pusat Angkatan Laut Regional Singapura.

Selain di pelabuhan Sembawang, militer AS pun diizinkan menggunakan Pangkalan Udara Paya Lebar milik Singapura. Angkatan Udara dan marinir AS dikabarkan mendapat fasilitas di sana. Pangkalan Udara Paya Lebar dioperasikan oleh satuan penerbangan Amerika.

2. Australia

Jika di Singapura, AS hanya memiliki 'persiapan' logistik, namun di Australia mereka telah menempatkan pasukan marinirnya. Pada 2011 lalu, Presiden AS, Barack Obama mengumumkan rencananya untuk membangun pangkalan militer AS di luar Kota Darwin, Australia.

Penempatan pasukan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dengan rotasi per enam bulan. Hingga 2016, di targetkan akan ada sekitar 2.500 marinir AS yang di tempatkan di wilayah utara Australia tersebut.
Kontingen pertama dengan jumlah 200 personel telah mendarat pada April 2012. Penempatan pasukan AS di Darwin disinyalir untuk menghalau perkembangan China di kawasan yang oleh AS diterjemahkan sebagai sebuah ancaman. Tak hanya bagi Negeri Paman Sam, namun juga beberapa negara sekitar.

Keberadaan basis militer AS di Darwin mendapat penolakan dari Kepala Menteri di Wilayah Utara Australia, Adam Giles. Ia mengatakan, mendukung penguatan hubungan dengan AS dan sekutu lainnya, namun menurutnya hal itu harus terjadi di pangkalan Australia.

Tak hanya di utara Australia, namun AS juga akan membangun pangkalan militernya di Pulau Cocos yang hanya berjarak sekitar 3.000 kilometer sebelah barat daya Jakarta.

Dan menurut rencana, AS akan menempatkan pesawat-pesawat intai tak berawaknya, menjadikan kawasan ini sebagat pusat pengintaian Samudra Hindia di masa depan. Seperti dikutip dari BBC, Indonesia pernah mengirim nota protes terhadap pemerintah Australia dan AS guna meminta penjelasan terkait hal tersebut.

3. Diego Gaarcia

Diego Garcia yang terletak di Samudra Hindia adalah pulau milik Inggris, tetapi digunakan sebagai pangkalan militer dan lokasi pengisian bahan bakar pesawat AS sejak 1970-an. Saat ini, sebanyak 1.700 personel militer dan 1.500 kontraktor sipil tinggal di pulau tersebut.

Nama kepulauan ini mendunia setelah tragedi MH370. Terdapat spekulasi bahwa komputer pesawat milik maskapai Malaysia Airline itu telah menjadi sasaran peretasan atau terbakar saat berada di udara. Kondisi ini lah yang menyebabkan arah terbang pesawat itu berubah.

Arah pesawat itu terus melenceng hingga mengarah ke Pulau Diego Garcia yang menjadi pangkalan Angkatan Laut AS. Khawatir pesawat itu dibajak teroris seperti tragedi 11 September 2001, maka burung besi itu akhirnya ditembak jatuh militer AS. Bantahan pun telah dikeluarkan AS terkait isu ini.

Setelah pengusiran penduduk di pulau ini pada 1971, praktis hanya anggota militer Inggris dan AS yang berhak mendiami kawasan ini. Pulau ini pun menjadi tertutup dan terkesan "misterius". Pada perang Irak dan Afganistan,  tentara sekutu, yaitu dari Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina tinggal di Diego Garcia. Mereka dikabarkan menyiapkan keperluan perang dari pulau ini.

Berbagai literatur menyebutkan Diego Garcia menjadi salah satu lokasi kegiatan badan intelijen AS, CIA. Hal ini ditegaskan oleh laporan Dewan Keamanan Eropa 2007, yang menyatakan pulau ini telah digunakan oleh AS untuk program yang kontroversial yaitu mengangkut para narapidana kelas berat.

Ini kemudian dipertegas oleh laporan pemerintah Inggris pada 2008. Laporan itu menyebutkan bahwa AS pernah melakukan pengisian bahan bakar pesawat di Diego Garcia pada 2002, di mana pesawat itu digunakan untuk mengangkut narapidana yang "tingkat tinggi"--teroris.

4. Filipina

Kehadiran militer AS lainnya yang dekat dengan Indonesia adalah di Filipina. Menurut data Departemen Pertahanan AS, pada tahun 2012 terdapat sekitar 130 personel di Filipina.

Dalam perkembangannya pada April 2014, Filipina dan AS sepakat meningkatkan kerja sama militer menyusul sengketa wilayah di Laut China Selatan.

Kesepakatan ini memungkinkan militer AS memiliki akses ke sejumlah pangkalan militer, pelabuhan, dan lapangan udara hingga sepuluh tahun ke depan.

Namun, AS tak diperkenankan membangun pangkalan militer secara permanen. Kesepakatan ini menuai protes dari sebagian rakyat Filipina yang berdemonstrasi di kedutaan besar AS di Manila.
Kehadiran militer AS di Filipina sudah hampir seabad. Pada 14 Maret 1947, kedua negara menandatangani kesepakatan yang mengizinkan AS membangun Pangkalan Angkatan Laut Teluk Subic dan Pangkalan Angkatan Udara Clark. Sebagai imbalannya, AS memberikan pelatihan dan peralatan militer terbatas kepada militer Filipina.

Namun pada 1992, pangkalan AS tersebut ditutup. Sempat terdengar kabar bahwa Pangkalan Angkatan Laut Teluk Subic akan kembali dibuka. Namun belum diketahui bagaimana perkembangannya hingga saat ini terutama sejak pergantian kepemimpinan terjadi di Filipina.

Ketika dipimpin Beniqno Aquino, Filipina masih menjalin aliansi yang erat dengan AS. Namun ketika Presiden Rodrigo Duterte berkuasa saat ini, haluan politik luar negeri negara itu beralih ke China.

Belum lama ini, Presiden Duterte menyatakan dengan lantang bahwa dirinya menginginkan agar militer AS segera hengkang dari negaranya.

Bagi AS, Filipina bernilai strategis. Negara itu merupakan tembok terdepan di sebelah utara Asia Tenggara dari gempuran komunisme, terutama dari China.

Apabila Filipina jatuh ke tangan komunis, menurut teori domino yang dianut AS, wilayah-wilayah di selatannya akan mengikuti. Filipina juga merupakan garis pelindung AS di Pasifik dari serangan negara lain. [liputan6]

Baca Juga Artikel Lainnya