Meninggalkan TNI untuk Gubernur DKI, berikut foto Aksi Terakhir Agus Yudhoyono


Poros Cikeas yang digawangi Demokrat, PAN, PKB dan PPP mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Agus dipasangkan dengan Sylviana Murni, seorang birokrat karir Pemprov DKI.

Banyak yang terkejut dengan keputusan ini. Apalagi karir Agus lumayan cemerlang. Saat dipanggil pulang ke Cikeas untuk dipilih, Agus baru saja mengikuti latihan bersama militer Australia di Darwin.

Agus memimpin Batalyon Mekanis 203/Arya Kamuning berlatih bersama 5th Battalion, Royal Australian Regiment (5 RAR). Pasukan elite Angkatan Darat Australia yang sudah kenyang makan asam garam pertempuran. Mulai dari Vietnam, Timor Leste, hingga Irak dan Afghanistan.

Agus memposting beberapa kegiatan latihan di akun instagram miliknya. Salah satu foto memperlihatkan simulasi pertempuran jarak dekat.
"The more you sweat in training, the less you'll bleed in battle," tulis Agus. 



Dia juga bercanda dengan mencolek akun istrinya. "Tentara bule memang lebih ganteng-ganteng, tapi tentara Indonesia lebih ngangenin..."

Agus juga mengaku puas dengan hasil latihan. Saat itu pasukan TNI dan AD Australia berhasil merebut sasaran. Mereka kemudian berpose di akhir latihan pertempuran.
"Rasa senang dan bangga karena Pangdam Jaya, Mayjen TNI Theddy Lhaksamana telah mengunjungi dan memberikan semangat kepada para prajurit Yonif Mekanis 203 yang sedang melaksanakan latihan bersama dengan prajurit 5th RAR di Darwin Australia," kata Agus.

Jika maju sebagai Cagub DKI, Agus tentu harus mundur sebagai prajurit TNI. Pihak TNI pun menegaskan tak ada istilah cuti bagi prajurit yang berpolitik. 

Aksi Agus di Australia bisa jadi menjadi momen terakhirnya di militer. Selama ini Agus dikenal sebagai perwira muda yang sangat populer. Dia bahkan disamakan dengan aktor korea.



Banyak yang tak rela Agus mundur dari TNI. Tak cuma para politikus, para penggemarnya di Instagram pun ramai-ramai meminta Agus mengurungkan niat berpolitik.

"Mbak Anissa Pohan, tolong dibujuk supaya Mas Agus Yudhoyono terus di TNI saja. Biar jadi jenderal," tulis seorang follower Agus.

Tapi pilihan sudah diambil. Mayor ganteng itu sudah siap meninggalkan TNI yang telah membesarkan kakek, ayah dan pamannya. 

Akankah karis politik Agus secemerlang karir militernya? [merdeka]

Baca Juga Artikel Lainnya

Tiga Orang Polantas Riau Bantu Seorang Pria yang telah Terlantar di Pekanbaru


Nursal Azim, 23 tahun akhirnya dapat pulang kembali ke kampung halamannya setelah 4 hari terlantar di Kota Pekanbaru karena kehilangan uang serta barang barang berharga lainnya.

Awalnya pria asal Provinsi Sumatera Barat ini datang ke Kota Pekanbaru ingin mengadu nasib untuk melamar pekerjaan. Karena hari sudah gelap ia pun memutuskan untuk beristirahat di area sekitar mesjid Agung An Nur. Naas, setelah bangun pagi ia menyadari bahwa tas serta barang berharga lain miliknya ternyata telah hilang.

Mengalami nasib sial kehilangan barang barang berharganya, Nursal pun hanya tinggal memiliki uang Rp. 80.000 ribu yang ada disaku celananya, dengan modal itulah ia bertahan hidup hingga akhirnya kehabisan uang dan bertemu dengan tiga orang Polantas di Pos Gurindam 1 Jalan Cut Nyak Dien, Minggu (25/9) malam.

Brigadir Kurniawan, Brigadir Andre Monanda dan Brigadir Keken yang saat itu sedang tugas malam antisipasi balap liar di Jalan Cut Nyak Dien merasa tersentuh hatinya setelah mendengar pengakuan pria asal Kabupaten Pasaman tersebut, dan akhirnya tiga orang Polantas tersebut membantu biaya ongkos kepulangannya ke Pasaman Barat.

“Awalnya dia minta tolong dibelikan nasi, setelah ia bercerita panjang akhirnya kita bertiga membantu biaya ongkos pulangnya dan mengantarkannya ke tempat pemberhentian Bus”, ucap Brigadir Andre Monanda. [siaga]

Baca Juga Artikel Lainnya

Foto Alutsista Tentara Nasional Indonesia 2016

Sumber: JG 

Helikopter EC725 Super Puma pesanan TNI AU ke Airbus Helicopters yang dirakit oleh PT DI. Credit to A Boedi Udhayana


Tiga Kapal Patroli Cepat PC 40M buatan Palindo Marine yang diluncurkan di galangan kapal Palindo Marine, Batam, 23 September 2016


PKR KRI I Gusti Ngurah Rai 332 yang hampir rampung untuk diluncurkan ke laut. Kapal ini akan menjadi kapal kedua light frigate RE Martadinata class, di jajaran Alutsista TNI 2016

LHD KRI Banda Aceh menjalani perawatan di dry dok PT PAL

Super Tucano Selesai Jalani Perawatan 1.000 Jam Terbang, di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 32, Depo Pemeliharaan (Depohar) 30, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur

KRI Rigel mulai melakukan pemetaan alur bawah laut Indonesia, untuk keperluan navigasi bawah laut TNI AL.

Baca Juga Artikel Lainnya

Latihan Bersama Prajurit Intai Amfibi Marinir dengan Special Force Group US Army Resmi Ditutup


Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksda TNI I.N.G.N Ary Atmaja, S.E yang diwakili Komandan Kolatmar Kolonel Marinir Imam Sopingi  secara resmi menutup Latihan Bersama prajurit Intai Amfibi Marinir dengan Special Force Group US Army yang bertajuk ‘Balance Lantern Iron 16-2444’ di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat, (23/09/2016).

Dalam amananya, Asops Kasal mengatakan, kegiatan Balance Lantern Iron 16-2444 telah dilaksanakan selama 33 hari di Puslatpur Lampon dengan aman dan lancar. Selama pelaksanaan latihan, tujuan dan sasaran latihan yang meliputi terjalinnya kerja sama dan meningkatnya kemampuan teknis serta taktik operasi khusus bagi prajurit kedua belah pihak dapat tercapai dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan selesainya latihan ini, lanjutnya, diharapkan prajurit Taifib Korps Marinir dan Special Force Group US Army banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, sehingga pengalaman dan pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai modal dalam menunjang pelaksanakan tugas pokok satuan  masing-masing.

Menurut Asops Kasal, latihan bersama tersebut disamping bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme prajurit, juga dalam rangka menciptakan hubungan persaudaraan yang erat antara pasukan dari kedua negara, sehingga kerjasama militer di bidang pertahanan dapat diwujudkan.

Usai pelaksanaan upacara penutupan Balance Lantern Iron, seluruh peserta latihan melepas anak penyu atau Tukik ke laut. Diadakan juga penanaman pohon kelapa dan peresmian patung persahabatan serta pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat atas keterlibatannya dalam mendukung pelaksanaan latihan. [angkasa]

Baca Juga Artikel Lainnya

PAL Indonesia Selesaikan Pesanan Kedua Kapal Perang untuk Pemerintah Filipina


Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah Arifin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan kapal perang pesanan kedua Kementerian Pertahanan Filipina. Rencananya, kapal tersebut akan diluncurkan di galangan kapal PT PAL Indonesia wilayah Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 29 September mendatang.

Arifin menjelaskan bahwa penyelesaian kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua ini lebih cepat sekitar empat bulan dibanding proses pesanan pertama yang membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PT PAL Indonesia sekaligus pimpinan proyek pengerjaan kapal perang pesanan Filipina, Turitan Indaryo, mengatakan bahwa cepatnya proses pengerjaan kapal pesanan kedua ini adalah karena karena pihaknya menggunakan prinsip one day one blok.
“Artinya setiap hari harus ada blok-blok kapal yang diselesaikan, sehingga bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan,” ujar Turitan seperti dilansir antaranews.com pada Sabtu (24/9).

Turitan menegaskan bahwa PT PAL Indonesia berhasil menyelesaikan kapal perang dengan kualitas dan harga yang bersaing, sehingga menjadi keunggulan bahwa produk bangsa Indonesia dapat bersaing di dunia internasional.

Pemerintah Filipina memberikan nama BRP Davao Del Sur-602 bagi kapal pesanan kedua yang dikerjakan oleh PT PAL. Kapal SSV ini dilengkapi dengan pendaratan tiga helikopter dan hangar, serta memiliki kemampuan mengangkut dua unit kapal landing craft utility (LCU) ditambah berbagai macam kendaraan tempur dari truk militer hingga Amphibious Assault Vehicle (AAV). [antaranews]

Baca Juga Artikel Lainnya

Netizen Sayangkan Agus Yudhoyono 'Pensiun Dini' dari Militer


Jejaring sosial  tengah diramaikan oleh suara netizen Indonesia yang mengomentari keputusan Mayor Infanteri Agus Yudhoyono yang mendaftarkan diri menjadi calon gubernur.

Konten Twitter yang mengandung kata "Agus" cukup mendominasi Trending Topics wilayah Indonesia, dengan perkiraan jumlah kicauan sudah melebihi dari 70 ribu tweet.

Salah seorang pengguna Twitter dengan nama akun @DadangSugiant12 berkomentar, "Ini kecerdasan Pa SBY yg berani mengusung Agus H, maju di pilkada DKI, jangan kaget survai bulan ini akan berbalik dari ahock ke Agus."

Pengguna @iamtheotarigan turut berkicau, "Agus, 'SBY Reborn'."
Sementara kicauan pengguna akun @lisulis menjabarkan ia tidak setuju Agus mendaftarkan diri menjadi gubernur.

"saya bukan orang yang setuju Agus Yudhoyono maju pilgub...prospek dy di militer tuh bagus bgt..atau kenapa gak jd menteri pertahanan aja," cuitnya.

Sama halnya dengan nama akun @pay871 yang menanggapi isu tersebut sebagai hal "blunder".

"Jika agus maju, akan ada prabowo jilid 2. Gubernur cm 5 thn, militer bs sampai jenderal bintang 4. Sangat2 blunder ini menurutku," kicaunya.
Dari pantauan CNNIndonesia.com, dalam hitungan 10 sampai 15 menit kicauan netizen di Twitter yang mengomentari soal Agus bisa mencapai 20 tweet.

Tak cuma di Twitter, di Facebook tak sedikit yang menyayangkan keputusan Putra Sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menjadi pesaing petahan untuk Pilkada Gubernur DKI Jakarta.

“mubazir banget, orang paling gagah Mayor Inf. TNI Agus Harimurti Yudhoyono mengundurkan diri dari kesatuan, hanya utk ambisi politik bapaknya. seharusnya mas Agus dipersiapkan utk jadi Panglima TNI, nanti klo udah pensiun baru masuk politik. pangkat terakhir Mayor,..” posting akun Pancanaka.

Sementara akun bernama iPeh Heepi menuliskan komentar “Yaaah bang agus kok milih cagub sihhh... karir dulu kek di militer.. jadi panglima kek.. biar militer di.indonesia tu di segani bangsa2 lain.. malah jadi cagub.”

Sekadar diketahui, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran Muradi mengatakan, Agus Yudhoyono harus membuat surat pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia sebagai syarat penting untuk mendaftarkan diri menjadi calon gubernur ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.

Poros Cikeas yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa tadi malam memutuskan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bakal calon gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017. Poros Cikeas akan mendaftarkan Agus yang berduet dengan Sylviana Murni ke KPU DKI Jakarta pada Jumat malam (23/9) sekitar pukul 19.00 WIB.

Surat pengunduran diri itu, menurut Muradi, akan dibuat oleh Agus dan ditujukan ke komandannya yaitu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono. Proses pengunduran diri di militer tidak bisa dilakukan dalam hitungan hari. Ada prosedur yang harus dilewati sehingga bisa memakan waktu berbulan-bulan. [cnn]

Baca Juga Artikel Lainnya

Ketika TNI dan Militer Amerika Serikat yang sedang Latihan Bersama Menghilangkan Kepenatan


Setelah embargo dicabut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan militer Amerika Serikat (AS) kerap kali terlibat latihan militer bersama. Selain meningkatkan kebersamaan antarpersonel, latihan ini juga menjadi sarana untuk berbagi ilmu maupun taktik militer.

Meski berbeda bangsa, bukan berarti ada keistimewaan bagi masing-masing prajurit. Baik militer AS maupun TNI sama-sama wajib melalui latihan berat, yang terkadang menghabiskan tenaga bahkan pikiran.

Guna menghilangkan kepenatan dan keletihan selama simulasi berlangsung, penyelenggara latihan bersama rupanya memiliki cara sendiri agar semangat seluruh personel kembali. Salah satunya melalui kegiatan fun games.

Cara ini rupanya sangat ampuh, mereka yang menjadi peserta berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Senyum, canda hingga tawa tergambar jelas di wajah prajurit AS maupun TNI. Berikut kisahnya:

Panjat Pinang


Ini adalah perlombaan tradisional yang kerap digelar setiap Indonesia merayakan hari jadinya pada 17 Agustus. Lomba ini ternyata cukup menarik perhatian prajurit AS. Dengan penuh semangat, mereka berusaha membantu rekan-rekannya menuju puncak tertinggi dan mendapatkan hadiahnya.

Hadiah yang diberikan cukup sederhana, yakni satu botol minuman bersoda. Namun hal itu tak menghalangi mereka agar bisa mendapatkan semuanya.

Balap Karung


Ini merupakan salah satu lomba tradisional yang cukup sering dilombakan setiap acara 17-an. Tentunya kegiatan ini asing di mata para prajurit AS, namun bukan berarti mereka mau menyerah begitu saja di hadapan personel TNI.

Meski harus jatuh bangun, rupanya mereka mampu bersaing dengan TNI yang lebih berpengalaman soal ini.

Balap Bakiak


Lomba bakiak ini cukup unik dan tentunya sangat sulit. Selain membutuhkan kerja sama antarpersonel, setiap tim diisi empat orang yang masing-masing terdiri atas personel AS dan TNI.

Tanpa mempedulikan latar belakang, mereka berlomba untuk dapat menjadi pemenang. Tentunya, beberapa orang yang terlalu bernapsu membuat kakinya terlepas dari bakiak.

Ambil Koin di Kelapa dengan Mulut


Ini merupakan permainan yang cukup sulit, namun kedua prajurit tak mau menyerah. Permainan ini dilakukan dengan menancapkan koin di permukaan kulit kelapa. Guna menambah kesulitan, terkadang kulitnya dilumuri oli.

Prajurit AS tak peduli wajahnya penuh dengan oli. Sama halnya dengan prajurit TNI, hanya satu yang ada di pikirannya, menang.

Makan Kerupuk


Ini merupakan permainan yang kerap diikuti anak-anak di seantero Indonesia. Tidak mudah untuk melahap satu demi satu, karena peserta harus menaruh tangannya di belakang dan kerupuk diikat dengan tali.

Sulit untuk mendapatkan satu gigitan kerupuk untuk masuk ke dalam mulut. Gerakan tubuh serta kerupuk yang hanya diikat tali membuatnya mudah bergerak kemana pun.

Baca Juga Artikel Lainnya

5 Negara di Dunia yang Militernya Dilatih oleh Tentara Indonesia


Meskipun kemiliteran Indonesia berada di urutan 11 dari 126 negara di dunia, namun kemiliteran Indonesia ternyata menjadi panutan negara-negara lain. Bahkan negara-negara itu secara khusus meminta agar militernya dilatih oleh Tentara Negara Indonesia (TNI).

Satuan yang kerap membawa nama baik kemiliteran Indonesia yakni Satuan Komando Pasukan Khusus atau yang dikenal dengan Kopassus TNI AD. Pada 2014 lalu misalnya, Kopassus kebanjiran permintaan untuk melatih militer-militer di negara ASEAN, khususnya dalam bidang regu tembak. 

Berdasarkan penelusuran tim citizen6, liputan6.com, berikut 5 negara yang militernya dilatih oleh tentara Indonesia. 

Negara di Afrika Utara

Kopassus merupakan salah satu korps terbaik yang dimilik TNI AD, namanya kerap mengharumkan kemiliteran Indonesia lewat berbagai prestasi dan kesuksesan misi. Tak heran jika negara-negara di Afirka Utara meminta Kopassus untuk meng-upgrade kemiliteran di sana, khususnya di bidang survival, strategi, bela diri yang tidak begitu tergantung pada peralatan canggih. 
Timor Leste

Permintaan khusus agar TNI melatih militer Timor Leste datang sejak 2012 lalu. Wakil Panglima militer Timor Leste, Filomeno Da Paixa De Jesus terang-terangan meminta agar militernya dilatih oleh Kopassus khusunya di bidang tembak. Maka TNI pun mencoba membangun simbiosis saling menguntungkan dengan menjual senjata buatan PT Pindad dan atribut militer bikinan Sritek yang bercokol di Solo, Jawa Tengah.

Brunai

Negara kecil yang kaya dengan sawit ini juga terang-terangan mengaku kepincut dengan Kopassus. Mereka bahkan berniat menyewa Kopassus untuk melatih grup tembak militer Brunai yang akan tampil di sebuah ajang tembak dunia. 

Kamboja

Kamboja menjadi salah satu negara yang telah membuktikan keunggulan kemiliteran Indonesia. Militer Kamboja dilatih oleh satuan TNI AD bernama Batalyon Komando 911. Kini militer Kamboja yang dilatih satuan tersebut digadang-gadang sebagai salah satu satuan paling gahar di Kamboja. 

Myanmar

Pada ajang Asean Armies Rifle Meet (AARM) 2014 silam, Myanmar secara langsung meminta agar militer Indonesia bersedia melatih militer Myanmar. Saat itu, Myanmar terpukau pada aksi Kopassus yang mampu menyabet 29 medali dari 45 medali emas yang ada. [liputan6]

Baca Juga Artikel Lainnya

Indonesia dan Bantuan AS untuk Danai Pangkalan Militer di Natuna


Indonesia sedang mencoba mencari bantuan Amerika Serikat (AS) untuk mendanai upgrade Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) di Ranai di Pulau Natuna Besar, Laut China Selatan. Upgrade itu akan memperkuat kehadiran Angkatan Laut Indonesia di Laut China Selatan dan Selat Sunda.

Sekelompok delegasi dari lima petugas senior TNI-AL saat ini berada di AS untuk mengeksplorasi kemungkinan memperoleh pembiayaan Washington melalui program foreign military financing (FMF).

Menurut laporan IHS Jane, sekelompok delegasi itu diundang di bawah Washington's Distinguished Visitor Orientation Tour (DVOT). Mereka juga akan melakukan kunjungan di beberapa kota untuk mempelajari instalasi Angkatan Laut AS dan fasilitas pelatihan termasuk Quantico di Virginia dan San Diego di California. Kunjungan berlangsung selama dua minggu sampai akhir September 2016.

Dalam laporannya, IHS Jane juga mengutip sebuah transkrip dari pertemuan antara Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, dengan Komisi I DPR RI (Komisi untuk Pertahanan, Intelijen dan Hubungan Luar Negeri)  pada Februari 2016 yang mengungkapkan bahwa Indonesia berencana untuk mencari lokasi pangkalan untuk kapal selam ketiga di Natuna.

Selain untuk memperkuat pangkalan militer Indonesia di Natuna, Laut China Selatan, hasil dari FMF juga sedang direncanakan untuk meng-upgrade pangkalan militer Indonesia lainnya, seperti di Piabung, Lampung, yang terletak di dekat  Selat Sunda.

Masih menurut laporan IHS Jane yang dikutip semalam (21/9/2016), upaya mencari bantuan FMF dari AS itu juga akan dilakukan secara resmi oleh Departemen Pertahanan Indonesia kepada Departemen Pertahanan AS atau Pentagon  di lain waktu. [sindonews]

Baca Juga Artikel Lainnya

TNI Angkatan Laut Amankan Kapal Ikan Berbendera Malaysia di Perairan Tanjung Datuk


Anggota Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak mengamankan satu kapal ikan berbendera Malaysia yang menangkap ikan menggunakan pukat trawl (pukat harimau), di perairan Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada hari Minggu (18/9).

Penangkapan kapal ikan KM SF 1-2929 ini berawal dari adanya laporan masyarakat kepada anggota Pos Angkatan Laut Temajuk pada hari Jumat (16/9). Anggota Pos Angkatan Laut Temajuk beserta 10 orang masyarakat Temajuk kemudian melakukan pengintaian di sekitar perairan Tanjung Datuk.

“Kapal nelayan asal Malaysia tersebut berhasil ditangkap sekitar pukul 13.00 dan digiring menuju perairan Temajuk, tepatnya di depan Pos Angkatan Laut Temajuk untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Komandan Lantamal (Danlantamal) XII, Brigjen TNI (Mar) M Hari, seperti dilansir kompas.com pada Selasa (20/9).

Berdasarkan pemeriksaan, kapal nelayan ini membawa enam orang anak buah kapal yang semuanya berkewarganegaraan Indonesia (WNI). Mereka bekerja untuk perusahaan kapal penangkap ikan dari wilayah Kuching, Sarawak, Malaysia.

Selain mengamankan 750 kilogram ikan campuran, personel TNI Angkatan Laut juga menemukan sejumlah alat yang digunakan untuk menggunakan narkoba jenis sabu, di antaranya adalah alat isap (bong), sedotan, dua kantong klip bekas menyimpan sabu, alumunium foil dan satu botol suplemen.

Kapal berukuran panjang 20,8 meter dengan lebar 5,34 dan tonase 67,5 Gross Ton ini kemudian digiring dari Temajuk menuju Mako Lantamal XII di Pontianak. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai hukum yang berlaku. [jg]

Baca Juga Artikel Lainnya

Latihan Survival Korps Marinir TNI AL dengan Special Force US Army


Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dan prajurit Operation Detachment Alfa (ODA) 1216 Special Force US Army melaksanakan latihan Jungle Survival dan Sea Survival di hutan tropis Tumpang Pitu, Lampon, Pesanggaran, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/09/2016).

Dengan dipandu prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dibawah pimpinan Kapten Marinir Lilik Cahyanto didampingi Serma Marinir Achmad Chusyairi begitu bersemangat dalam memberikan penjelasan tentang tata cara bertahan hidup di hutan dan di laut dengan memperkenalkan sekaligus mempraktekkan cara menangkap dan memasak binatang buas ular, serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dulu) dan yang tidak bisa dimakan, selain itu juga diperkenalkan berbagai macam hewan laut yang bisa dimakan.

Prajurit Operation Detachment Alfa (ODA) 1216 Special Force US Army cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan prajurit andal dari Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak geli, ada beberapa prajurit Operation Detachment Alfa (ODA) 1216 Special Force US Army terus melakukan tekadnya untuk mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh prajurit Intai Amfibi Korps Marinir, bahkan beberapa diantara mereka ada yang mencoba menangkap ular.

Untuk materi Sea Survival, kegiatan yang juga diikuti Komandan Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir Letkol Marinir Rivelson Saragih itu dilaksanakan di pantai Parang Kursi yang berada di kawasan hutan tropis Tumpang Pitu Lampon, yang merupakan tempat mendidik calon prajurit Intai Amfibi Korps Marinir.

Sementara itu, para prajurit Special Force US Army dibawah pimpinan Kapten Matthew begitu antusias dalam materi pembuatan api dengan menggunakan media bambu. “Ini merupakan pengalaman baru bagi kami, selama mengikuti latihan bersama dengan negara-negara lain, baru sekarang ini kami menngetahui cara membuat api dengan bambu,” kata Kapten Matthew. [marinir]

Baca Juga Artikel Lainnya

Bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Wiranto Tawarkan Alutsista Buatan Indonesia


Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menerima kunjungan kehormatan dari Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Rashad Mahmood di kantornya, Selasa, 20 September 2016.

Pertemuan ini di antaranya membicarakan kerja sama militer kedua negara. "Kita juga sudah menawarkan berbagai alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang kita produksi," kata Wiranto.

Mantan Panglima ABRI ini menjelaskan, beberapa alutsista buatan Indonesia yang ditawarkan pada militer Pakisan, di antaranya Panser Anoa, Senapan Serbu hingga Pesawat CN 235. "Mereka sudah mengerti, kita punya alutsista seperti itu," ujarnya menambahkan.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini mengungkapkan, kerja sama militer antarkedua negara sudah berlangsung sangat lama. Bahkan, Ia mengaku punya pengalaman kerja sama dengan militer Pakistan.

"Pada saat saya masuk pendidikan Seskoad (Sekolah Staf Komando Angkatan Darat) kira-kira tahun 82 temen saya dari Pakistan sudah ada, dan itu terus menerus. Mereka kirim siswa Sesko AD, Sesko AL, Sesko AU dan Lemhanas ke Indonesia sampai sekarang," ujar Wiranto.

Yang terpenting dari pertemuan ini kata Wiranto, adalah permintaan untuk terus menjaga hubungan baik dan kerja sama militer antarkedua negara.

"Dia minta hubungan ini terus dipelihara dan dikembangkan. Ini kunjungan resmi melengkapi kunjungan terhadap Panglima TNI.” [viva]

Baca Juga Artikel Lainnya

Abu Sayyaf Bebaskan Tiga Orang WNI


Juru bicara Moro National Liberation Front (MNLF), Profesor Samsula Adju, mengatakan bahwa kelompok Abu Sayyaf telah membebaskan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diculik pada bulan Juli lalu.

Menurut Adju, ketiga sandera tersebut dibebaskan pada Sabtu malam dan kini telah bersama dengan pendiri MNLF, Nur Misuari, di kota Indanan.

“Iya, mereka diserahkan ke MNLF dari ASG (Abu Sayyaf Group),” ujar Adju seperti dilansir Inquirer pada Minggu (18/9).

Rencananya, ketiga WNI yang identitasnya masih belum diketahui tersebut akan dibawa ke Kota Zamboanga dan selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Indonesia yang akan dilakukan oleh Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein.

Hingga saat ini, Pemerintah Filipina belum mengeluarkan suatu pernyataan resmi terkait pembebasan tersebut. Namun, rencana pembebasan sandera sudah pernah disampaikan oleh Kivlan Zein pada pekan lalu. [jg]

Baca Juga Artikel Lainnya

Kontak Senjata antara Satgas Operasi Tinombala dengan Kelompok Santoso, Satu Orang Anggota Kelompok Tewas


Perburuan terhadap sisa kelompok teroris Santoso terus dilakukan Satgas Operasi Tinombala. Pagi tadi, Senin (19/9/2016), terjadi kontak senjata antara Satgas Operasi Tinombala dengan kelompok Santoso, di perkebunan Tombua, Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Satu orang kelompok teroris dilaporkan tewas.

Dari hasil identifikasi, pelaku teror diketahui bernama Sabron. Dia tewas dengan luka tembak pada bagian kepala. Sebelumnya, Sabron berhasil meloloskan diri ketika dilakukan penyergapan terhadap Basri dan istrinya Nurmi Usman beberapa waktu lalu.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita dua granat pipa, satu sleeping bag, dua buah senjata tajam, dan sebuah tas. Jenazah langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi membenarkan adanya kontak senjata dengan kelompok teroris Santoso. Namun dia masih belum mau memberikan keterangan secara lengkap insiden tersebut. [jg]


Baca Juga Artikel Lainnya

Akhir 2016, Indonesia akan memiliki Dermaga Kapal Selam di Watusampu, Palu


Saat ini, Indonesia sedang membangun dermaga kapal selam TNI AL di Watusampu, Palu. Pembangunan dermaga kapal selam ini ditargetkan akan selesai akhir tahun 2016. Dan ketika pembangunan dermaga ini telah selesai, maka dua kapal selam baru yang dibeli dari Korea Selatan dan Rusia pun siap bersandar di dermaga ini.

Dermaga kapal selam di Watusampu ini akan melengkapi dua dermaga kapal selam lainnya, yakni di Komando Armada Barat (Koarmabar) di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya. Dermaga kapal selam di Palu nantinya menjadi Komando Armada Tengah (Koarmateng).Dermaga kapal selam di Watusampu akan melengkapi dua dermaga kapal selam lainnya, yakni di Komando Armada Barat (Koarmabar) di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya. Dermaga kapal selam di Palu nantinya menjadi Komando Armada Tengah (Koarmateng).

Komandan Pangkalan TNI AL Watusampu Palu, Kolonel (P) Yanu Madawanto mengatakan, pembangunan tahap pertama sedang berlangsung dan menelan biaya lebih dari Rp 21 miliar. “Tahun ini dilanjutkan ke tahap kedua dan ketiga yang sekaligus sudah selesai,” ujar Kolonel Yanu.

Kolonel Yanu Madawanto juga mengatakan bahwa pembangunan dermaga di Palu tersebut sempat tertunda satu bulan karena proses negosiasi pembelian kapal selam di Korea Selatan dan Rusia masih berjalan. Namun saat ini negosiasi sudah selesai sehingga pembangunan dilanjutkan.

Dalam Rencana Strategis Minimum Essential Forces (MEF), TNI AL telah merencanakan penambahan armada kapal selam. Kementerian Pertahanan telah menyepakati pembelian kapal selam jenis Changbogo dengan sistem transfer of technology (ToT) dari Korea Selatan dan kapal selam jenis Kilo dari Rusia, berukuran lebar 6 meter dan panjang 100 meter.

Watusampu dijadikan pangkalan kapal selam karena dari sisi topografi kelautan sangat ideal dengan kedalaman pesisir yang baik.

Pengembangan menjadi pangkalan kapal selam, masih membutuhkan waktu karena pangkalan tidak sekadar tersedianya dermaga untuk kapal selam. Berbagai infrastruktur harus tersedia, mulai dari dermaga, sarana penunjang, termasuk asrama bagi personel dan sebagainya. “Tapi arahnya ya pada pembentukan pangkalan,” tutup Kolonel Yanu. [militer]



Baca Juga Artikel Lainnya

Gelar Workshop bersama SAAB Swedia dan Pussen Arhanud, Pindad Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Indonesia


PT Pindad (persero) dan Perusahaan Pertahanan SAAB Swedia mengadakan workshop sehari dengan tema Ground Base Air Defence pada hari Rabu (14/9) kemarin. Acara yang diadakan di Auditorium Pindad ini dihadiri oleh Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Wadan Pussen Arhanud), Kolonel Arh I Ketut Sugiartha, dan Direktur Komersial Pindad, Widjajanto.

Kolonel Arh Sugiartha mengatakan bahwa Pussen Arhanud menitikberatkan kebutuhan teknologi sistem senjata rudal pada empat hal, yaitu aspek operasional, pendidikan dan latihan, pemeliharaan, serta alih teknologi.

“Keempat hal ini harus diperhatikan karena akan sangat berpengaruh pada operasional sista selama masa aktifnya. Besar harapan kami, selain membahas secara dalam aspek teknis, keempat hal tersebut harus juga dibahas dalam workshop ini,” ujar Kolonel Arh Sugiartha.

Wadan Pussen Arhanud juga mengatakan bahwa kemandirian industri pertahanan sistem senjata rudal merupakan langkah besar yang strategis, dan langkah besar itu telah dimulai dari kegiatan workshop ini.

Sementara itu, Widjajanto menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan telah mengarahkan Pindad untuk mengawal secara ketat semua pengembangan air defence. Hal ini terkait kemampuan industri pertahanan nasional untuk menyerap teknologi melalui Transfer of Technology dan lisensi produk.

“Diharapkan dari workshop hari ini, sudah semakin tergambar requirements dari Pussen Arhanud apa, karena tugas kami di sini menyimak, mendengarkan permintaan dari bapak-bapak semua sebagai pengguna langsung dari sistem pertahanan udara ini,” ujar Widjajanto.

Direktur Komersial PT Pindad mengatakan bahwa pihaknya membuka lebar-lebar jalur komunikasi untuk terus berinteraksi dengan para pengguna demi mendapatkan kesepahaman yang baik satu sama lain. Ia berharap, workshop ini dapat memberikan berkah bagi pengembangan sistem pertahanan udara Indonesia dan sekaligus menjaga hubungan baik antara Indonesia dengan SAAB Swedia. [pindad]

Baca Juga Artikel Lainnya

Pangkosekhanudnas I Jakarta Tinjau Kekuatan Denhanud 471


Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) I Jakarta, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Julexi Tambayong, melakukan kunjungan ke Markas Denhanud 471 Wing I Paskhasau Halim Perdanakusuma, pada hari Rabu (15/9) kemarin. Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung dan melihat kekuatan Denhanud 471.

Denhanud 471 merupakan bagian dari kekuatan sistem pertahanan Indonesia yang dilengkapi persenjataan pertahanan udara jenis Skyshield 35 mm MK-2. Senjata pabrikan Swiss Oerlikon Contraves Rheinmetall ini merupakan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) terbaru yang dimiliki TNI Angkatan Udara.

Skyshield Gun Missile merupakan sistem pertahanan udara titik (Short Range Air Defence/SHORAD) yang mampu menembakkan 1000 peluru/menit dengan jangkauan sejauh 4000 m dan kecepatan amunisi rata-rata 1050 meter/detik.

Sky Gun Misille memiliki amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 butir dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles) setelah empat detik ditembakkan, sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya sepuluh persen.

TNI Angkatan Udara merupakan pengguna pertama senjata pertahanan udara Skyshield 35 mm MK-2 selain negara pembuatnya, yaitu Swiss. Persenjataan ini telah beberapa kali digunakan untuk mengamankan kegiatan penting kenegaraan, seperti pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi World Islamic Economic Forum (KTT WIEF) di Jakarta serta pengamanan HUT ke-71 RI di Istana Negara. [jakartagreater]

Baca Juga Artikel Lainnya

Rudal TNI AL C-705 Sempat Ngadat, Evaluasi Kerja Sama Dengan Tiongkok


Rudal C705 yang gagal ditembakkan pada acara latihan Latihan Armada Jaya Ke-34 yang digelar TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Banongan, Situbondo, Jatim, pada Rabu (14/9) harus menjadi bahan evaluasi Kementerian Pertahan.

Sebab, kata Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi, itu menjadi insiden yang sangat memalukan dan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, kegagalan atau delay tiga menit rudal C705 saat diluncurkan dari KRI Clurit 641 dan tidak mengenai sasaran saat latihan militer itu, menjadikan efek gentar militer Indonesia melemah di mata negara-negara sekitar.

“Harus diinvestigasi dan juga dievaluasi, apakah rudal yang harganya konon dua puluh miliar satu buah tersebut rusak sebelum diterima atau, alat komunikasi datanya yang bermasalah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (16/9).

Nyatanya, kata Bobby, rudal hasil kerja sama Indonesia-Tiongkok itu akan digunakan untuk menjaga kedaulatan negara di Laut China Selatan (LCS).

Oleh karenanya, kerjasama dalam hal transfer teknologi antara Kemenhan dengan Sastind China, perlu dievaluasi. Begitu pula terhadap kandungan lokal antara PT DI dan CPMIEC China.

Sebab, pembelian rudal C705 ini sudah sampai kontrak ketiga di tahun 2015. Karenanya, dia berpendapat agar TNI AL lebih baik menunda kontrak rudal C705.

Bila perlu, batalkan membelian lebih banyak lagi rudal tersebut dan mengalihkan pada alutsista dari negara lain.

“Kekecewaan presiden harus disikapi dengan cepat, sebelum kerjasama militer dengan Sastind China merugikan Indonesia,” pungkas politikus Golkar itu. [jawapos]

Baca Juga Artikel Lainnya

Tinjau Latihan TNI AL, Jokowi Ingin Tunjukkan Kemampuan Militer Indonesia ke Dunia


Presiden Joko Widodo turut meninjau gelar Armada Jaya XXXIV/2016 yang merupakan latihan puncak TNI AL dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut. Selain itu, latihan tersebut juga ajang uji unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), seperti kapal perang, pesawat udara, Marinir dan pangkalan. Jokowi menekankan betapa pentingnya rutinitas latihan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan senjata.

“Ini adalah latihan puncak TNI Angkatan Laut yang dilakukan setiap dua tahun, dalam latihan ini dicoba senjata-senjata strategis yang kita punya, tadi sudah dicoba rudalnya, meriam artilerinya, dan roket antikapal selam, karena tanpa latihan-latihan rutin seperti ini, kita tidak akan bisa mengerti memperbaiki senjata-senjata strategis yang kita punyai,” 
ujar Jokowi saat meninjau latihan TNI AL Armada Jaya XXXIV Tahun 2016 di Geladak Isyarat KRI Banjarmasin-592, Situbondo, Jawa Timur, Rabu 14 September 2016. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengintruksikan kepada Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melaksanakan latihan serupa tiap dua tahun. Hal tersebut, untuk menunjukkan kemampuan TNI kepada negara lain. “Akan kita tunjukkan bahwa kemampuan-kemampuan senjata strategis kita tidak kalah dengan negara-negara lain,” tegas dia. Jokowi menilai, dalam rangka pengembangan Alutsista TNI perlu adanya transfer teknologi untuk menghadirkan kemandirian industri strategis. “Semua senjata strategis, apabila kita mempunyai kemampuan semuanya akan kita buat, sekarang kita beli ya tidak hanya beli saja, kita pelajari apa memungkinkan industri strategis kita memproduksi itu, saya kira semuanya kalau dipelajari bisa mendukung kemandirian,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, pada latihan kali ini, Jokowi dmenyaksikan demo uji coba senjata-senjata strategis TNI AL, berupa peluru kendali (Rudal) permukaan ke permukaan dari Kapal Cepat Rudal dan Surface and Underwater Torpedo (SUT), latihan penembakan Roket Kapal Selam jenis RBU 6000 ini dilakukan oleh empat KRI Kelas Parchim. Sejumlah senjata strategis yang diuji coba pada kesempatan itu di antaranya Rudal C705 jenis SSM buatan Tiongkok dengan daya ledak satu rudal mampu menghancurkan satu corvette berbobot 1.500 kilogram rusak serius atau hilang kemampuan tempurnya.

Selain itu, sedianya juga akan diujicobakan rudal C802 yang juga buatan Tiongkok dengan daya ledak satu rudal mampu menghancurkan satu destroyer berbobot 3.000 kilogram rusak serius atau hilang kemampuan tempurnya.Torpedo SUT buatan Jerman yang memiliki jarak efektif 12 km-28,5 km dan kecepatan 18-34 juga diujicobakan dalam latihan itu. Kapal yang menembakkan artileri di antaranya KRI Diponegoro dan KRI Usman Harun. Latihan Armada Jaya kali ini melibatkan lebih dari 7.000 personel dan 39 Kapal Perang (KRI) berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), delapan Pesawat Udara, Marinir dengan persenjataan Howitzer, Roket Multilaras GRAD 70, Tank dan kendaraan pendarat amfibi. [okezone]

Baca Juga Artikel Lainnya

4 Ilmu Bela Diri Pasukan Khusus Indonesia


Setiap organisasi militer di berbagai belahan dunia, memiliki pasukan yang dilatih menggunakan ilmu bela diri standar khusus. Umumnya mereka lebih mengutamakan bela diri tradisional yang berasal dari negara asalnya. Bela diri militer sangat tergantung dari kualitas dan kehebatan dari jenis bela diri yang akan digunakan oleh tentara. Dapat di contohkan seperti militer Filipina yang menggunakan dan mengajarakan bela diri Arnis kepada tentaranya sebagai bela diri utamanya. Tentu saja bukan hanya Filipina yang menggunakan dan mengutamakan bela diri lokal sebagai bela diri militer karena ada banyak negara lain yang melakukan hal yang sama.

Indonesia dengan keberagamannya juga memiliki banyak ilmu bela diri lokal yang sangat terkenal, bahkan Pasukan Khusus Militer Rusia (Spetsnaz) Belajar Ilmu Kebatinan di Bali. Hal ini menunjukan betapa hebatnya ilmu bela diri Indonesia itu sendiri di mata dunia. Berbagai perguruan silat telah membuka perguruan dari beberapa dekade dan juga memiliki puluhan bahkan ribuan pendekar yang belajar dan telah lulus dari perguruan silat tersebut. Masing bela diri lokal memiki kelebihannya antar satu perguruan silat dengan perguruan silat lainnya.

Berikut ini adalah beberapa Ilmu bela diri yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia atau militer Indonesia:

Yong Moo Do

Sejarah seni bela diri Yongmoodo bermula sejak tanggal 15 Oktober 1995 pada saat The Martial Reearch Institut dari Yong In University Korea menciptakan seni bela diri Yongmoodo yang berasal dari gabungan dari bela diri Judo, bela diri Taekwondo,  bela diri Apkido, bela diri Ssirum, dan bela diri  Hon Sin Sul. Asal dari Yongmoodo merupakan bela diri Hon Sin Sul yang bermakana Bela diri.

Seni Bela diri yang menggunakan tangan kosong ini sudah menjadi bela diri wajib di tubuh TNI Angkatan Darat mulai 2008. Ilmu Bela diri Yong Moo Do untuk pertama kali diperkenalkan pada saat perayaan HUT TNI pada 2008 silam dan kembali di pertunjukan terakhir pada Hut TNI ke 70 beberapa waktu yang lalu.

Merpati Putih

Merpati Putih (MP) Adalah salah satu jenis perguruan silat yang mengajarkan seni bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan juga salah satu ilmu bela diri budaya bangsa indonesia. Ilmu bela diri Merpati Putih dari sejarahnya telah berkembang sekitar tahun 1550-an. Ilmu bela diri aslil Indonesia ini telah menjadi salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan juga Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) juga tergabung dengan Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (International Pencak Silat Federation).

Merpati putih (MP) dipastikan adalah seni bela diri asli warisan budaya yang merupakan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Ilmu bela diri ini pada awalnya digunakan sebagai ilmu bela diri keluarga Keraton yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada genarsi berikunya dan atas wasiat dari  Sang Guru besar ilmu Merpati Putih memperkenankan juga menyebarluaskan dengan tujuan untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

Merpati Putih merupakan seni bela diri menggunakan tenaga dalam berasal asli dari manusia sendiri, dengan teknik menggunakan olah napas. Biasanya orang terdesak memiliki tenaga dalam yang sepontan dikeluarkan pada saat terjadi sesuatu yang tak diduga atau karena ketakutan. Tindakan sepontan tersebut seperti melompat pagar ketika dikejar anjing dan seorang pencuri melonjat tembok yang tinggi karena takut di amuk masa. Oleh karena itu Pada dasarnya manusia memiliki tenaga dalam yang tersembunyi dan untuk mengeluarkan nya dibutuhkan latihan. Latihan tenagalam dengan olah pernafasan tersebut diajarkan oleh perguruan merpati putih.

Ilmu bela diri Merpati Putih ternyat juga dipelajari oleh militer khusus  atau pasukan khusus dan juga pasukan elit Indonesia. Ilmu bela diri ini telah mendapat kedudukan khusus di lingkungan para special force Indonesia seperti pasukan khusus Kopassus (TNI-AD), pasukan elit  Marinir, pasukan elit Kopaska (TNI-AL), dan Paskhas (TNI-AU), juga Brimob (Kepolisian). Walaupun seni bela diri ini tidak dijadikan yang utama daam tubuh pasukan atau Tentara Nasional Indonesia tidak menjadikan ilmu bela diri asli Indonesia ini hilang peminatnya.

Karate

Karate {空 手 道} merupakan seni ilmu bela diri asal Jepang. Seni bela diri kenpo memiliki pengaruh khusus terhadap seni bela diri karate Jepang. Kenpo merupakan seni bela diri Cina,  Seni bela diri Karate untuk pertama kalinya disebut "Tote” = “Tangan China”. Baru Kemudian Karate masuk ke Jepang melalui Okinawa serta mulai tumbuh di Ryukyu Islands.  Oleh Jepang pada saat itu mengubah Tote: Tangan China kedalam bahasa kanji Jepang menjadi ‘karate’= (Tangan Kosong), hal ini dilakukan supaya lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang.

Di tubuh TNI, ilmu bela diri karate telah menjadi salah satu materi untuk pembinaan satuan yang diarahkan guna memelihara dan untuk meningkatkan kemampuan fisik serta mental sesuai dengan hakikat, filsafat, berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalam olah raga dan karate.  Kata-kata kejujuran (Gi), keberanian (Yuu), serta sopan santun (Rei), di kemudian hari akan lahirkan para prajurit TNI, sekaligus atlet karate berjiwa positif (Seishin) dan memiliki semangat tinggi (Seiki), baik melalui intensifikasi pembinaan dan latihan, maupun uji kemampuan melalui kejujuran.

Namun, ada cerita lucu seperti yang beritakan oleh merdeka.com, cerita lucu pada saat seorang Kopassus jago silat meng-KO pelatih karate. Untuk meningkatkan kemampuan dari Kopassus dulu didatangkan seorang ahli karate dari Jepang yang benar-benar handal untuk melatih Kopassus. Namanya pasukan khusus tentunya telah memiliki bekal ilmu bela diri sendiri yang dikuasai sebagai pasukan elit Indonesia. Salah satu nya adalah Haji Umar yang terkenal mahir dalam silat. Beliau mampu memainkan 4 buah golok sekaligus. Bahkan mampu diputar-putar seperti baling-baling menurut tutur Tatang Sudrajat.  Kemudian Haji Umar bertanding melawan guru karate Jepang, ternata dalam beberapa jurus, sang pelatih pun terkapar KO disikat Haji Umar. Seluruh pasukan yang mengikuti latihan tertawa terbahak-bahak.

KungFu

Kungfu disebut juga dengan gongfu merupakan ilmu seni bela diri yang berasal dari negara Tiongkok. Namun sebenarnya makna dari kungfu itu sendiri sangatlah luas yaitu sesuatu yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama dan dengan ketekunan yang tinggi. Kalau demikian adanya maka seorang chief ahli masak dan insiur yang hebat pun dapat dikatakan memiliki Kungfu yang tinggi.

Ditubuh TNI utamanya pasukan elit/pasukan khusus Indonesia kungfu di latih oleh seorang pelatih yang bernama Efendi. Efendi sendiri adalah seorang pendekar kungfu yang melatih kungfu di berbagai tempat. Keahliannya dalam bidang ilmu bela diri kungfu dilirik oleh TNI, yang kemudian memintanya untuk melatih pasukan khusus Indoneia Kopassus. Kemampuan dari anak didik dari Efendi yang berasal dari pasukan khusus kopassus diminta tampil di hadapan tamu istemewa kopassus yaitu panglima Tentara Jerman. Bukan kungfu saja yang ditampilkan Kareta dan silat Merpati putih juga turut di tampilkan. Setelah penampilannya di depan tamu istimewa Efendi makin inten melatih pasukan elit Indonesia tersebut karena sang panglima Jerman  dibuat kagum dengan kemampuan sang guru. [beritamiliter]

Baca Juga Artikel Lainnya